Kwik Tak Bisa Bedakan Neozep dan Neolib!

May 27, 2009 by pemiluindonesia.com 

Chatib Bisri

Chatib Bisri

Pengamat ekonomi sekaligus Staf Khusus Menteri Keuangan, Chatib Basri, mengatakan ekonomi Indonesia tak berubah banyak meski presiden silih berganti sejak 2001. Dia mencontohkan delapan tahun silam pemerintah telah melakukan privatisasi, menaikkan harga bahan bakar minyak, dan penurunan tarif impor.

“Bagaimana bisa menilai (pemerintah) 2001 beralira neoliberalisme, sementara (pemerintah) 2004 ke 2008 tidak,” ujarnya dalam diskusi “Boedionomics: Antara Neolib dan Ekonomi Kerakyatan” yang tak dihadiri Boediono, Hotel Borobudur, Selasa (26/5).

Menurut Chatib, jejak neoliberalisme tak bisa ditemukan di Indonesia karena negara tak pernah menyerahkan ekonominya kepada swasta. “Negara yang sama sekali swasta itu komunis. Jadi selalu di antara swasta dan pemerintah,” kata dia. Dilihat dari persentase, lanjutnya, pemerintah masih menguasai porsi terbesar dari perusahaan negara.

Dia juga menyindir pernyataan mantan Menteri Koordinator Perekonomian dan Perindustrian Kwik Kian Gie yang mencap Boediono sebagai penganut mahzab neoliberalisme. “Mungkin (Kwik) pusing sehingga tak bisa membedakan (obat) Neozep dan neolib.”

Pengamat ekonomi Raden Pardede mengatakan sejak krisis, sistem ekonomi sisi kiri (Marxisme) dan kanan (Neoliberalisme) mulai bergeser ke tengah. “Tiap negara cari titik keseimbangan baru. Model ekonomi tiap negara juga akan berbeda,” ucapnya pada acara yang sama.

Raden juga meragukan integritas, kredibilitas, dan kapasitas Mega-Pro untuk merealisasikan pertumbuhan ekonomi yang mencapai dua digit dalam lima tahun pemerintahan mereka. “Jangan hanya retorika,” kata dia.

Menurut Raden, perdebatan neoliberalisme dan ekonomi kerakyatan tak perlu lagi dilanjutkan karena tujuan dari ketiga calon presiden yaitu kesejahteraan rakyat. “Hanya orang yang tidak paham (ekonomi) membuat debat ini berhari-hari,” cibirnya.

SUmber : tempointeraktif RIEKA RAHADIANA | EKO NOPIANSYAH

Berbagi Informasi Pemilu 2009:
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google
  • E-mail this story to a friend!
  • LinkedIn
  • Live
  • Print this article!
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • YahooMyWeb

Berita Terkait

Komentar

13 Responses to “Kwik Tak Bisa Bedakan Neozep dan Neolib!”

  1. Nusantaraku on May 27th, 2009 6:21 pm

    Pak Chatib, siapa yang gentol sekali melalukan privatisasi? Siapa tim ekonominya?

  2. Netral on May 28th, 2009 12:13 am

    Para ekonom baik dari staf akhli, pengamat maupun pejabat hanya memikirkan ekonomi agar rakyat dapat sejahtera, tetapi tak peduli dengan moralnya, sehingga cara apapun ditempuhnya. Padahal jaman orde baru adalah bukti kongkrit, ekonomi menggilas moral, sehingga terjadi korupsi dari pemerintahan tingkat RT sampai pemerintahan tingkat pusat, dari mulai kelas teri sampai kelas kakap.

  3. Kontra on May 28th, 2009 12:49 am

    Chatib Basri sebagai Pengamat ekonomi sekaligus Staf Khusus Menteri Keuangan harusnya ditambahi gelar staff ahli obat khusunya neozep.

  4. Satochid Sosrodiredjo on May 28th, 2009 7:06 am

    Kalau kerakyatan 100 % itu namanya sosialis dan ngak mungkin kita melakukan nya sebagai negara sosialis. Modal asing ngak boleh ngak mau impor dari negara lain dlsb. memangnya negara itu bisa hidup sendiri tanpa kerja sama dengan negara lain? Kalau begitu Pak Kwik juga neolib zaman ibu Mega.

  5. Robin Lie on June 1st, 2009 7:03 pm

    Sebenarnya chatib basri adalah seorang gapkom alias gagap ekonomi,lihat saja waktu menanggapi pernyataan Kwik kian gie yang mencap Boediono neoliberal.Chatib bingung entah mau jawab apa,karena dia tidak berkompeten dalam soal ekonomi,tapi dia terlalu paksakan diri,akhirnya jawabannya pun sangat ngawur,dengan mengaitkan neolib dengan nama obat neozeb.kalo jawabannya seperti ini,anak kecil yg belum paham ekonomi pun bisa menjawabnya.Ini jelas sangat memalukan bangsa dan negara.

  6. rinto on June 2nd, 2009 10:13 am

    Sebenarnya yang gapkom mas Robin apa mas Chatib?Mas Chatib paling tidak tahu seluk beluk perekonomian Indonesia karena selain bekerja sebagai staf ahli, juga sebagi pengamat ekonomi. Yang justru dipertanyakan adalah status mas Robin, pengamat ekonomikah atau hanya iseng2 ikut komentar?kalo iseng2 sama dengan saya juga iseng2 ngisi waktu luang.

  7. rinto on June 2nd, 2009 10:17 am

    Tim ekonomi kan ada menko nya.Diatas menko ada wapresnya. Diatas wapres ada presidennya. Jadi yang paling bertanggung jawab ya presidennya waktu itu yang mengambil kebijakan jual2 aset.Ok?

  8. harrier on June 2nd, 2009 7:05 pm

    Bung Chatib, ingat kan Prabowo adalah anak dari Sumitro, tokoh sosialis di Indonesia, dan Mega adalah keturunan Nasakom. Jadi cuocook.

  9. robin lie on June 2nd, 2009 7:11 pm

    bung rinto,saya bukanlah pengamat ekonomi,saya cuman rakyat kecil alias wong cilik.Saya berkomentar karna kecewa pada ekonom2 kita seperti chatib yg ngomongnya asal~asalan.Pernyataannya kurang lebih dgn seorang tukang becak…bung rinto,kalo boleh tau sapa capres yg loe pilih ntar?

  10. widharto on June 3rd, 2009 9:46 am

    mas chatib pasti hafal rincian unsur neolib, tapi tampaknya hanya tahu neozep sebagai obat pusing.padahal neozep kandungannya lebih dari 3 macam dan punya efek berbeda-beda. uraikan dong NEOLIB, unsurnya ada tidak di Indonesia? itu baru staff ahli, matur tengkiu.

  11. yovaldri riki putra on June 3rd, 2009 12:14 pm

    saya setuju dengan pendapat pak raden pardede…
    dunia sekarang berupaya mencari titik seimbang dari sejarah konflik idealisme ekonomi yang mulai saat ini tidak lagi ideal jika hanya bertahan pada satu aliran…

  12. Oguds on June 6th, 2009 3:22 am

    Para pengamat dan ekonom sekarang ini kerjanya melempar dan menangkis isu, disesuaikan demi kepentingan pihak-pihak tertentu. Iklan di sana-sini, seminar di hotel-hotel, tentu uang mengalir ke kocek. Apa mereka peduli pada rakyat? Semuanya penunggang isu, rakyat miskin ya keleleran di pinggir jalan, ngamen di bis-bis kota. Lain kali seminar di kuburan saja, biar ingat mati. Oh ya, mana ada wartawan yang mau meliput ya. Benar-benar neolib semuanya.

  13. dera on July 4th, 2009 11:57 am

    Bung chatib sbg orang indonesia sgt memalukan, seharusnya anda membela negara & rakyat indonesia. Lebih bermoral kwik kian gie yg berjiwa nasionalis walaupun berdarah tionghoa. sptnya jbtan anda akan dinaikkan lebih tinggi, hebat nih. Jgn membohongi publik terus menerus bung, mslh neolib memang kenyataan ada pd diri sby - boed, kasihan rakyat sdh sgt menderita. Mslh pengangguran & kemiskinan menurun, Is it true? Jgn membandingkan dgn singapore & malaysia, Sy tau 2 negara itu lebih maju dr kita. Melihatnya secara rasional deh, kalo kemiskinan berkurang, knp msh byk pengemis, gelandangan & rakyat indonesia yg msh mkn nasi aking? Pembohong besar nih. Sy bkn dr pihak manapun, tp sy hanya sbg penyampai hati nurani rakyat yg sdh menjerit. Jgn hanya sbg pengamat saja, turun donk ke jln.

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Pemiluindonesia.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan





Pemiluindonesia.com - Website Referensi Pemilihan Umum (Pemilu) , Pilkada, Pemilukada Indonesia
© Copyright Pemiluindonesia.com Inc., 2009. All rights reserved