Kwik Kian Gie Pernah ‘Berkelahi’ dengan Boediono

June 5, 2009 by pemiluindonesia.com 

Kwik Kian Gie

Kwik Kian Gie

Pakar ekonomi Kwik Kian Gie mengaku pernah berkelahi dengan Boediono semasa sama-sama menjabat sebagai menteri pada masa Pemerintahan Megawati Soekarnoputri.

Perkelahian yang dimaksud Kwik bukanlah secara fisik, namun dalam aspek pemikiran dan kebijakan. Kwik menceritakan, saat itu dirinya menjabat sebagai Menko Ekuin. Adapun Boediono menduduki posisi Menteri Keuangan.

Pak Boediono ingat betul, pokoknya waktu saya di dalam kabinet, saya terus berkelahi dengan dia,” ujar Kwik di sela-sela diskusi Ekonomi Pro Rakyat versus Ekonomi Pro Asing di Cafe Gado-Gado Boplo, Jakarta, Kamis (4/6/2009).

Hingga kini Kwik terus menantang Boediono berdebat soal sistem ekonomi yang paling tepat diterapkan di Indonesia. Namun Boediono tak menggubrisnya. Seperti diketahui Kwik menuding Boediono merupakan antek neo liberalisme. Melalui perdebatan yang digembor-gembarkan, Kwik berharap agar publik mengetahui pemikiran Boediono.

“Kita nantang-nantang terus tapi tidak ditanggapi sama sekali. Seperti biasa dari dulu juga gitu,” ungkapnya.

Sumber : Taufik Hidayat - Okezone

Berbagi Informasi Pemilu 2009:
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google
  • E-mail this story to a friend!
  • LinkedIn
  • Live
  • Print this article!
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • YahooMyWeb

Berita Terkait

Komentar

7 Responses to “Kwik Kian Gie Pernah ‘Berkelahi’ dengan Boediono”

  1. madesu on June 5th, 2009 6:01 am

    udah jelas pak dah banyak yang tahu ga perlu dech digembar gemborkan ke publik entar malah bapak kena Pasal 27 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE)

  2. pangeran_roy on June 5th, 2009 9:45 am

    Om Kwik, skarang ciri-ciri neo lib itu mulai kelihatan

  3. IkiCumanWongcilik on June 5th, 2009 10:19 am

    Jadi kesimpulannya jelas, bhw pak Kwik pd waktu yll anti neo-lib sehingga digusur dari menko oleh mega, ….. lha kalo gitu bos bapak yg setuju dan neo-lib berat donk !.

  4. didit on June 7th, 2009 4:45 am

    Pak Kwiek, anda sebaiknya “talk less do more”, buktikan dl baru bicara

  5. sastro_bagus on June 18th, 2009 2:47 pm

    Kwik berharap agar publik mengetahui pemikiran Boediono.
    Publik juga tahu tentang pemikiran Kwik…. nol besar…..

  6. yanuar on June 21st, 2009 8:26 pm

    Pemikiran kwik sangat daya dukung, neolib lebih berbahaya….dari penjajahan secara langsung

  7. adib sumpena on January 25th, 2010 2:40 am

    Saya setuju dengan pak kwik,
    memang dalam melaksanakan strategi pembangunan ekonomi dan sosial yang MANDIRI atau disebut (self-reliant) Indonesia harus mengurangi ketergantungan terhadap luar. Neo-Liberal itu berbahaya, itu hanya menguntungkan orang-orang yang bermoral rendah.
    Dan untuk negara yang masih berkembang juga sebagian masyarakatnya belum cerdas maka hal ini sangat membuat rakyat indonesia akan semakin menderita. Karena yang menguasai pasar adalah kaum pemodal.
    Permasalahan yang ada di Indonesia(negara berkembang) berbeda dengan permasalahan negara2 kapitalis. Jangan mau dibodoh2i oleh asing.

    DO’A WAJIB PARA EKONOM INDONESIA
    YA TUHAN YANG MAHA TAHU
    AMPUNILAH KAMI YANG LEMAH INI, KARENA KAMI PULA BANGSA KAMI TERJAJAH KEMBALI
    YA TUHAN SANG PENCIPTA ALAM
    BUKALAH HATI KAMI, KARENA TERNYATA KAMI TIDAK MEMILIKI RASA MANUSIAWI SEDIKITPUN
    YA TUHAN PENGUASA ALAM
    BUATLAH KAMI TAKUT KEPADAMU, KARENA KAMI AKAN KEMBALI KEPADAMU KELAK

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Pemiluindonesia.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan





Pemiluindonesia.com - Website Referensi Pemilihan Umum (Pemilu) , Pilkada, Pemilukada Indonesia
© Copyright Pemiluindonesia.com Inc., 2009. All rights reserved