JK: Wapres Bukan Pembantu, tetapi Membantu Presiden
May 9, 2009 by pemiluindonesia.com

Muhammad Jusuf Kalla
Capres Partai Golkar, yang juga Wakil Presiden, Jusuf Kalla, menolak disebut sebagai pembantu presiden. Sebutan bahwa wakil presiden adalah pembantu presiden menurutnya tidak tepat.
Hal itu dikatakan pria yang akrab disapa JK itu saat memberikan sambutan perkenalan pada Rapimnas III Partai Hanura, di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Sabtu (9/5).
“Presiden dibantu wapres. Kalau masa lalu bilang, wapres itu pembantu, saya bilang tidak. Saya wakil presiden, siapa bilang saya pembantu presiden. Saya membantu presiden,” ujar Ketua Umum Partai Golkar ini.
JK mengatakan, salah penafsiran itu harus dijelaskan dan diluruskan. Selama ini, jabatan wakil presiden memang sering diibaratkan sebagai “ban serep” dan dianggap tak mempunyai peran strategis.
“Misalnya, ada menteri membantu saya, bukan berarti dia pembantu saya. Tapi (menteri) membantu memikirkan tugas bersama. Itu prinsipnya. Kita harus bekerja dengan prinsip itu,” ujar JK.
Pada sambutannya, JK kembali mengutarakan perannya sebagai wakil presiden yang sudah memberikan kontribusi bagi stabilitas keamanan, salah satunya untuk menghadirkan damai di Aceh. Entah serius atau tidak, JK berkata, “Kalau di dalam hukum diatur ada keputusan wakil presiden atau kepwapres, pasti banyak masalah yang cepat selesai,” kata JK, disambut tepuk tangan meriah dari para kader Hanura.
Kehadiran JK pada arena Rapimnas III Hanura untuk memperkenalkan diri sebagai capres yang didukung Golkar dan Hanura.
Sumber : KOMPAS.com Inggried Dwi Wedhaswary












Tepat sekali Pak JK, salah kaprah tentang peran dan fungsi Wapres harus diluruskan, agar tidak berlanjut secara turun temurun.
Kemarin JK berkomentar MU pasti menang lawan Barca dlm pertandingan piala champion krn MU lebih cepat, ternyata “lebih cepat” tetap KALLA.